Sabtu, 7 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
futurefeeder.comfuturefeeder.com
futurefeeder.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Modal Ngepas buat Trip Pertama: Trik Hemat Jelajah...

Modal Ngepas buat Trip Pertama: Trik Hemat Jelajah Indonesia

Baru pertama kali mau keliling Indonesia tapi dana mepet? Ini trik hemat ala pemula biar liburan tetap seru tanpa boncos.

Modal Ngepas buat Trip Pertama: Trik Hemat Jelajah Indonesia

Jujur aja, pertama kali gue mau jalan-jalan keliling Indonesia, dompet gue tipis banget. Bukan tipis karena pelit, tapi memang pas-pasan. Tapi ada satu hal yang gue sadari: mahal atau murahnya perjalanan itu bukan soal seberapa banyak uang yang kamu bawa, tapi seberapa pintar kamu ngatur pengeluaran. Nah, buat kamu yang baru mau coba trip pertama dengan modal ngepas, artikel ini buat kamu.

Mulai dari Rute yang Simpel, Bukan yang Fancy

Banyak pemula langsung ngincer destinasi yang lagi viral di Instagram. Padahal, destinasi viral biasanya otomatis mahal: tiket masuk naik, penginapan penuh, makanan ikut naik harga. Saran gue, mulai dari rute yang simpel dulu. Misalnya kalau kamu di Jawa, coba jelajah kota-kota kecil di sekitarmu sebelum nekat ke Labuan Bajo atau Raja Ampat.

Baca juga: 3 Alasan Pensiunan Betah Lama-Lama di Bukittinggi

Gue pernah trip ke sebuah kota kecil di Jawa Tengah cuma modal Rp 400 ribu untuk tiga hari. Bukan karena gue pelit, tapi karena gue milih rute yang nggak banyak turis. Hasilnya? Gue dapat pengalaman yang lebih autentik, ketemu warga lokal yang ramah, dan makan di warung yang harganya nggak "harga turis".

Intinya, jangan tergoda destinasi mahal di trip pertama. Kamu bakal lebih menikmati perjalanan kalau nggak sibuk ngitung sisa uang di tengah jalan.

Transportasi: Jangan Malu Pakai yang Murah

Ini bagian yang paling sering bikin budget jebol. Banyak pemula mikir, "Ah, sekali-sekali naik pesawat biar cepat." Padahal kalau dana mepet, kereta ekonomi atau bus antarkota itu penyelamat banget. Gue sendiri lebih sering naik kereta kelas ekonomi karena selain murah, pemandangannya juga bagus.

Kalau kamu di kota tujuan, jangan langsung pesan taksi online. Coba cek angkutan umum lokal atau sewa motor harian. Sewa motor biasanya Rp 50-70 ribu per hari, jauh lebih murah dibanding taksi online kalau kamu jalan seharian. Tapi ingat, pastikan SIM lengkap dan helm dipakai, ya.

Perjalanan hemat bukan berarti sengsara. Justru dengan moda transportasi yang "biasa", kamu bisa lihat sisi lain Indonesia yang nggak kelihatan dari jendela pesawat.

Penginapan: Hostel dan Homestay Itu Teman Terbaik

Kalau kamu tipe yang nggak terlalu rewel soal kamar, hostel atau homestay adalah pilihan paling masuk akal. Harga per malam bisa jauh lebih murah dibanding hotel, dan bonusnya kamu bisa ketemu traveler lain. Gue pernah nginep di homestay di Yogyakarta cuma Rp 80 ribu per malam, sarapan gratis lagi. Pemiliknya malah ngasih rekomendasi tempat makan lokal yang murah dan enak.

Tapi ada tipsnya: pesan lewat aplikasi dulu buat cek harga, lalu kadang-kadang lebih murah kalau kamu telepon langsung atau datang langsung. Beberapa homestay memang kasih harga lebih bagus buat tamu yang datang tanpa perantara.

Bawa Botol Minum dan Snack Sendiri

Kedengarannya sepele, tapi ini ngaruh banget. Di tempat wisata, harga air mineral bisa dua sampai tiga kali lipat. Bawa botol minum isi ulang dan beberapa snack dari rumah. Kamu bisa hemat Rp 50-100 ribu per hari cuma dari hal kecil ini.

Makan di Warung, Bukan di Tempat Wisata

Aturan emas buat traveler hemat: makanlah di tempat yang orang lokal makan. Warung pinggir jalan atau pasar tradisional biasanya jauh lebih murah dan rasanya nggak kalah. Gue selalu nyari pasar pagi di kota yang gue datangi. Selain sarapan murah, gue bisa nemu jajanan khas yang nggak ada di restoran turis.

Kalau kamu muslim dan butuh makanan halal, warung-warung di sekitar masjid biasanya aman dan murah. Jangan ragu tanya ke warga lokal, mereka biasanya dengan senang hati nunjukin tempat makan favorit mereka.

Satu lagi, jangan takut makan makanan yang "sederhana". Nasi bungkus Rp 10 ribu di pinggir jalan kadang lebih nikmat dibanding menu restoran yang harganya lima kali lipat.

Sisihkan Dana Darurat Kecil

Ini yang sering dilupakan pemula. Kamu udah hitung semua pengeluaran, tapi lupa nyisihin dana darurat. Padahal di jalan, hal tak terduga sering terjadi: ban motor bocor, hujan deras sampai harus nginep tambahan, atau tiba-tiba butuh obat. Sisihkan minimal 10-15 persen dari total budget buat hal-hal kayak gini.

Gue pernah kejadian dompet ketinggalan di homestay dan harus balik lagi. Untung ada dana darurat, jadi nggak panik. Pengalaman ini ngajarin gue kalau perjalanan hemat itu bukan soal pelit, tapi soal siap.

Nikmati Prosesnya, Bukan Cuma Hasilnya

Buat kamu yang baru pertama kali jalan-jalan, jangan terlalu obsesi sama foto atau destinasi yang "wajib dikunjungi". Kadang momen paling berkesan justru datang dari hal-hal sederhana: ngobrol sama pemilik warung, nyasar di gang kecil, atau duduk di terminal nunggu bus sambil makan gorengan.

Perjalanan hemat itu ngajarin kita buat lebih peka sama sekitar. Kamu jadi tahu harga wajar, jadi lebih sopan sama warga lokal, dan jadi lebih menghargai uang. Jadi buat kamu yang modalnya ngepas, jangan minder. Justru dengan modal terbatas, kamu bisa nemu pengalaman yang nggak bisa dibeli sama uang.

Selamat jalan-jalan, dan ingat: yang penting bukan seberapa jauh kamu pergi, tapi seberapa nikmat kamu menjalaninya.

Tags: liburan hemat traveler pemula wisata Indonesia tips perjalanan backpacker